KENANGAN

KENANGAN

Tuesday, 21 January 2014

10 Cara Mendidik Anak Secara Islam ala Rosulullah SAW

Seperti apakah Nabi Muhammad SAW dalam mendidik anak-anaknya ?


Praktik pendidikan Nabi Muhammad SAW pada anak-anaknya :


1. Rasulullah senang bermain-main (menghibur) dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.

2. Ketika ja’far bin Abu Tholib r.a, terbunuh dalam peperangan mut’ah, Nabi Muhammad SAW, sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah ja’far dan menjumpai isterinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata, “Suruh kemarilah anak-anak ja’far. Ketika mereka dating, beliau menciuminya. Sambil meneteskan air mata. Asma bertanya kepada beliau karena telah mengetahui ada musibah yang menimpanya.


3. “Wahai rasulullah, apa gerangan yang menyebabkan anda menangis? Apakah sudah ada beritayang sampai kepada anda mengenai suamiku Ja’far dan kawan-kawanya?” Beliau menjawab, “Ya benar, mereka hari di timpa musibah.” Air mata beliau mengalir dengan deras. Asma pun menjerit sehingga orang-orng perempuan berkumpul mengerumuninya. Kemudian Nabi Muhammad SAW. kembali kepada keluarganya dan beliau bersabda, “janganlah kalian melupakan keluarga ja’far, buatlah makanan untuk mereka, kerena sesungguhnya mereka sedang sibuk menghadapi musibah kematian ja’far.”

4. Ketika Rasulullah melihat anak Zaid menghampirinya, beliau memegang kedua bahunya kemudian menagis. Sebagian sahabat merasa heran karena beliau menangisi orang yang mati syahid di peperangan Mut’ah. Lalu Nabi Muhammad SAW. pun menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya ini adalah air mata seorang kawan yang kehilangan kawannya.

5. Al-Aqraa bin harits melihat Nabi Muhammad SAW. mencium Al-Hasan r.a. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan di sayangi.”

6. Seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad SAW. supaya di doakan dimohonkan berkah dan di beri nama. Anak-anak tersebut di pangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata, “jangan di putuskan anak yang sedang kencing, buarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.”

Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orang tuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.

7. Ummu Kholid binti kho;id bin sa’ad Al-Amawiyah berkata, “Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Nabi Muhammad SAW. ayahku membentakku, maka beliau berkata, “Biarkanlah dia.” Kemudian beliau pun berkata kepadaku, “bermainlah sepuas hatimu, Nak!


8. Dari Anas, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW. selalu bergaul dengan kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil, “Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil).”

9. Nabi Muhammad SAW. melakukan shalat, sedangkan Umamah binti zainab di letakkan di leher beliau. Di kala beliau sujud, Umamah tersebut di letakkanya dan bila berdiri di letakkan lagi dil leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam .

10. Diriwayatkan, pada suatu hari raya Rasulullah SAW. keluar rumah untuk menunaikan shalat ID. Di tengah jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang berman dengan gembira sambil tertawa-tawa. Mereka mengenakan baju baru, sandal mereka pun tampak mengkilap. Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada salah seorang yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya compang-camping dan kakinya tiada bersandal. Rasulullah SAW, pun mendekatinya , lalu di usap-usap anak itu mendekapya ke dadabeliau seraya bertanya, “mengapa kau menangis, Nak .” Anak itu hanya menjawab, “biarkanlah aku sendiri.” Anak itu belum tahu bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah Rasulullah SAW. yang terkenal sebagai pengasih. “Ayahku mati dalam suatu pertempuran bersama Nabi,” lanjut anak itu. “Lalu ibuku kawin lagi. Hartaku habis di makan suami ibuku, lalu aku di usir dari rumahnya. Sekarang, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih meihat kawan-kawanku bermain dengan riangnya itu.l”

Baginda Rasulullah SAW. lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, “Sukakah kamu bila aku menjadi bapakmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?” Anak itu segera tahu dengan siapa ia berbicara. Maka langsung ia berkata, “mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” kemudian, Rasulullah SAW, pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan di berinya pakaian yang paling indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan.

Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain dengan kawan-kawannya yang lain, sambil tertawa-tawa sambil kegirangan. Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya, “Tadi kamu menagis, mengapa sekarang bergembira?” jawab anak itu, tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak mempunyai pakaian, sekarang aku mempunyainya, tadi aku tak punya bapak, sekarang bapakku Rasulullah dan ibuku Aisyah.” Anak-anak lain bergumam, Wah, andaikan bapak kita mati dalam perang.” Hari-hari berikutnya, anak itu tetap di pelihara, oleh Rasulullah SAW. hingga beliau wafat.

Thursday, 16 January 2014

Cara Pengisian SPT masa Desember

Perbedaan SPT Masa Desember dibanding masa-masa sebelumnya adalah khusus untuk masa Desember untuk penerima penghasilan yang dikenakan PPh Pasal 21 tidak Final jumlah penghasilan bruto dan PPh terutang adalah jumlah akumulasi selama tahun kalender yang bersangkutan sedangkan jumlah penerimanya adalah tetap sesuai masa Desember saja. Selain itu itu kita juga diminta untuk mengisikan jumlah PPh Pasal 21 yang telah disetor selama masa Januari s.d. Nopember, satu hal lagi formulir yang biasanya digunakan pada bulan sebelumnya khusus untuk masa Desember ditambah dengan formulir 1721 I dan 1721 A1/A2.
Untuk pengisian menggunakan eSPT PPh Pasal 21 Anda tidak perlu repot-repot menjumlahkan karena jumlah tersebut (Januari s.d. Desember) akan otomatis terjumlah pada masa Desember apabila tentunya eSPT PPh Pasal 21 sudah digunakan sejak masa Januari, khusus untuk tahun 2009 karena eSPT PPh Pasal 21 baru mulai digunakan untuk masa Juli 2009 untuk hal ini terpaksa harus dientry kembali masa Januari s.d. Juni 2009 atau dijumlahkan secara manual untuk dientrykan langsung ke masa Desember 2009 tetapi khusus untuk pegawai tetap jumlah akumulasi satu tahun kalender kan otomatis terisi di SPT Induk 1721 apabila sudah mengisikan 1721 A1.
Wah terbanyang capeknya apabila Anda harus mengentrykan satu persatu data karyawan ke eSPT PPh Pasal 21 tetapi jangan kuatir pada eSPT ini juga diberikan fasilitas impor data yang tentunya format file yang akan diimpor ada standarnya untuk itu file contoh impor disediakan di setiap installer yang diberikan. Dan sebagai informasi untuk eSPT pertanggal 30-11-2009 selain menyesuiakan dengan ketentuan Per-57/PJ/2009 pada versi ini juga ditambahkan fasilitas impor data untuk 1721 II.
Setelah data diisi sesuai format file impor 1721A1 yang ada (Anda juga bisa menggunakan format 1721A1 yang ada di file Perhitungan PPh Pasal 21 2009.xls  atau file Impor 1721 A1.xls yang ada di blog ini-pen) maka file disimpan ke dalam format csv namun ingat pada saat mengubah format file sheet yang terbuka adalah sheet 1721A1eSPT dan setting regional yang dipilih adalah setting Indonesia maka file csv siap diimpor ke eSPT PPh Pasal 21.
Setelah file diimpor maka 1721A1 dapat langsung dicetak ke printer seluruhnya atau print priview dulu jika diinginkan dan 1721 A1 dapat langsung diberikan ke masing-masing karyawan dimana fotokopinya sebagai lampiran wajib dalam pelaporan 1770 S atau 1770 SS.
Dan terakhir sebagai konsekuensi PPh 21 masa Desember adalah pelaporan masa maka tanggal jatuh tempo penyetoran dan pelaporan juga mengikuti batas waktu penyetoran dan pelaporan PPh Pasal 21 masa yakni untuk penyetoran adalah paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya dan pelaporannya(SPT) paling lambat disampaikan tanggal 20 bulan berikutnya.
NB :
  1. Bagi yang menggunakan eSPT PPh Pasal 21 update tanggal 30-11-2009 perhitungan pegawai yang tidak genap setahun pada 1721 A1 masih keliru maka lakukan impor data.
  2. Sedangkan eSPT PPh Pasal 21 update 14-01-2010 perhitungannya sudah benar namun apabila Anda mengubah angka 20 dari 1721 A1 maka lakukan klik dan enter angka 15 lalu klik simpan maka jika tidak angka 20 akan otomatis dijumlahkan secara kumulatif. eSPT pertanggal ini setting kertas dalam ukuran Legal (8,5in x 14in) untuk itu hindari printer yang bisa menggunakan dua ukuran kertas sekaligus atau kalau memang tidak mungkin menggunakan printer lain setting ukuran kertas di printer diubah dari F4(8,5 x 13in) menjadi any size sedangkan kertas ukuran lain tidak perlu diubah.

Monday, 6 January 2014

Lirik Lagu Ombak Rindu–Hafiz/Adira

Adira :
Tuhan tolong lembutkan hati dia
Untuk terima ku seadanya
Kerna ku tak sanggup
Kerna ku tak mampu
Hidup tanpa dia di sisi ku

Hafiz :
Tuhan aku tahu banyak dosa ku
Hanya ingat Kamu kala duka ku
Namun hanya Kamu yang mampu membuka
Pintu hatinya untuk cintaku


Adira :
Malam kau bawalah rinduku
Untuk dirinya yang jauh dari ku
Agar dia tidak kesepian
Selalu rasa ada cinta agung


Hafiz :
Hujan bawa air mata ku
Yang mengalir membasuh luka ku
Agar dia tahu ku terseksa
Tanpa cinta dia di hatiku

Hafiz & Adira :
Hanya mampu terserah
Moga cahaya di penanti

Hafiz:
Tuhan tolong lembutkan hati dia
Untuk terima ku seadanya


Adira:
Kerna ku tak sanggup
Kerna ku tak mampu



Wednesday, 1 January 2014

MARS PII WATI


Lagu/syair : A Karim Naqib

PII Wati tunas-tunas puteri
Islam INdonesia
Luhurlah citanya sebagai pengemban
Amanah tugas suci

PII Wati sedia berkorban
Jiwa raganya
Demi agamanya demi negaranya
Demi cita-citanya

Reff:
Disegala bidang
dan disetiap waktu
PII Wati siap sedia selalu
Berdasar Qur'an
Dan sunnah Rosulullah

MARS 4 MEI



Kobarkan smangat 4 Mei
Berjihad di jalan Allah

Tegakkan kalimah ilahi
Di persada Indonesia

Hai PII maju terus maju
Tegakkan ukhuwah islamiyah

Jadilah pemersatu umat
Jadilah pedang umat Islam

Hancurleburkan atheisme
Maju.. maju ayo maju !
Maju.. maju terus maju

Musafir Kelana

Kau datang waktu gelap
Menyeluruh
Saat musyafir kehilangan arah
Ditengah sahara terasing sesama
Di kesunyian hati tinggal sendiri.
Reff:
Dari jauh sinar Addin-Mu
memancar oh PII
harapanku tumbuh menyemai
kau musafir lalu
PII oh PII dikau kucinta
Yang Maha tinggi lindungi PII
Penegak pemersatu umat Islam
Perintis menuju kubah
Islam jaya

Monday, 23 December 2013

Lirik Wanita Syurga Bidadari Dunia

Keanggunan yang terpancar darimu.. muslimah..
Ketegasan jiwamu bak perisai nan indah
Kau hadirkan pesona penuh berbalut takwa
Laksana surga di dunia

* Keteguhan hatimu oh wanita muslimah
Ketangguhan dirimu yang terbingkai sholehah
Perhiasan dunia tunduk pada yang Kuasa
Sejukmu menentramkan jiwa

Reff: Engkau wanita syurga bidadari dunia
Kehormatan kau jaga dengan penuh cinta
Engkau wanita syurga
bak permata berharga
berbinar indah dalam kesucian jiwa
back to *
back to reff
back to reff

Lirik Wanita Syurga Bidadari Dunia - Oki Setiana Dewi ft Shindy