KENANGAN
Thursday, 9 April 2020
Tuesday, 13 March 2018
Bismillah,
tulisan ini kuawali dengan basmalah karena memang setiap memulai sesuatu kita memohon perlindungannya, agar yang kita lakukan diberkahi dan menghadirkan manfaat. aamiin, lalu selanjutnya saya menuliskan sebuah lirik, untuk mewakili rasa ini.
aku ingin memeluk memegang wajahnya"......
aku duduk dilantai 2 sebuah gedung, sambil memandangi ramainya jalan pada malam ini yang ada didepan sana.
rasa melankolis pun menghampiri, dan sampailah memuncak karena sosok yang kini telah pergi untuk selama lamanya didalam hidupku di dunia.
meninggal dunia sejak 20 Desember 2017, pukul 08.10 pada hari rabu. hampir 3 bulan yang lalu disebuah Rumah Sakit di Jakarta Utara, dua kali bolak balik dirawat di Rumah Sakit yang sama dalam kurung waktu satu bulan, dan dalam masa itu ia menderita penyakitnya.
Alhamdulillah, Allah mengizinkanku untuk menjaganya selama di Rumah Sakit, meskipun pulang dari tempat kerjaan dan sampai di Rumah Sakit pukul sebelas malam, atau pulang mengajar hingga dini hari. di Rumah Sakit lah aku merasakan kehangatan yang bagiku sudah lama kuimpikan dan terpendam didalam diriku. ternyata aku kuat...
kenapa aku katakan seperti diatas. yup,
semasa hidupnya aku sangat sedikit berkomunikasi dengannya, mungkin karena saya yang tertutup dan saya sangat pandai menyembunyikan apa yang saya rasakan dan atau tidak gampang menceritakan kepada orang lain tentang keadaan diriku yang sesungguhnya,
dialah sosok laki laki yang selalu kupanggil "Bapak" yang telah mendidikku dan adik adikku hingga diriku seperti yang kalian ketahui dan lihat.
semenjak kepergiannya, rasa penyesalan selalu menghampiri
ada banyak hal yang ingin ku'sampaikan kepadanya.
aku selalu menghardik diriku sendiri
"kenapa waktu itu kamu menyembunyikan semuanya?
"kamu menyesalkan sekarang?"
tapi pertanyaan itu terkalahkan oleh keyakinan "menyesal boleh, tapi tak boleh berlarut larut, semua ada hikmahnya dan hadapi kehidupanmu saat ini dan dimasa depan penuh dengan manfaat, dan ia tersenyum melihatmu"
sekian ...
cerita bersambung, karena sudah mengantuk
karena tadi saya awali dengan basmalah maka saya akhiri tulisan ini dengan hamdalah "Alhamdulillah"
Menteng raya no 58
13 Maret 2018
Monday, 26 October 2015
Tausiyah Cinta
dikeheningan malam muku bisikkan isi hatiku
mencoba tuk merayu
agar kau jadikan ku
kekasih di syurgamu
meski ku tau diriku
tak layak tuk kau cinta
namun ajarkanku
untuk menjadikanmu
muwarah terakhirku
dalam tausiyah cinta
ku mengharap
arti cinta sesungguhnya
tuk menemukan makna cinta sejati
untuk mencintaimu
dalam tausiyah cinta
ku berharap
cintai ni abadi
kuberdoa pada ilahi rabbi
jagalah hatiku
https://www.youtube.com/watch?v=1yLq0nnyNlg
Tuesday, 20 October 2015
Ya Rasulullah Raihan
Alangkah indahnya hidup iniAndai dapat kutatap wajahmuKan pasti mengalir air matakuKerna pancaran ketenanganmu
Alangkah indahnya hidup iniAndai dapat kukucup tanganmuMoga mengalir keberkatan dalam dirikuUntuk mengikut jejak langkahmu
Ya rasulullah ya habiballahTak pernah kutatap wajahmuYa rasulullah ya habiballahKami rindu padamuAllahumma solli ala MuhammadYa rabbi solli alaihi wasallim ( 2x )
Alangkah indahnya hidup iniAndai dapat kudakap dirimuTiada kata yang dapat aku ucapkanHanya Tuhan saja yang tahu
Kutahu cintamu kepada umatUmati kutahu bimbangnya kau tentang kamiSyafaatkan kamiAlangkah indahnya hidup iniAndai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air matakuKerna pancaran ketenanganmuYa rasulullah ya habiballahTerimalah kami sebagai umatmuYa rasulullah ya habiballahKurniakanlah syafaatmu
Alangkah indahnya hidup iniAndai dapat kutatap wajahmuKan pasti mengalir air matakuKerna pancaran ketenanganmu
Alangkah indahnya hidup iniAndai dapat kukucup tanganmuMoga mengalir keberkatan dalam dirikuUntuk mengikut jejak langkahmu
Ya rasulullah ya habiballahTak pernah kutatap wajahmuYa rasulullah ya habiballahKami rindu padamuAllahumma solli ala MuhammadYa rabbi solli alaihi wasallim ( 2x )
Alangkah indahnya hidup iniAndai dapat kudakap dirimuTiada kata yang dapat aku ucapkanHanya Tuhan saja yang tahu
Kutahu cintamu kepada umatUmati kutahu bimbangnya kau tentang kamiSyafaatkan kamiAlangkah indahnya hidup iniAndai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air matakuKerna pancaran ketenanganmuYa rasulullah ya habiballahTerimalah kami sebagai umatmuYa rasulullah ya habiballahKurniakanlah syafaatmu
Friday, 29 May 2015
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Surah Al-Waqi’ah ( Hari Kiamat )
1. Apabila terjadi Kiamat,
2. Terjadinya tidak dapat didustakan ( disangkal ).
3. ( Kejadian itu ) merendahkan ( satu golongan ) dan meninggikan ( golongan yang lain ).
4. Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
5. Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,
6. Maka jadilah ia debu yang berterbangan,
7. Dan kamu menjadi tiga golongan,
8. Yaitu golongan kanan,(825) alangkah mulianya golongan kanan itu,
9. Dan golongan kiri,(826) alangkah sengsaranya golongan kiri itu,
10. Dan orang-orang yang paling dahulu ( beriman ), merekalah yang paling dahulu ( masuk surga ).
11. Mereka itulah orang yang dekat ( kepada Allah ),
12. Berada dalam surga kenikmatan,
13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,(827)
14. Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.
15. Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,
16. Mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.
17. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
18. Dengan membawa gelas, cerek dan sloki ( piala ) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
19. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
20. Dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,
21. Dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.
22. Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,
23. Laksana mutiara yang tersimpan baik.
24. Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.
25. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,
26. Tetapi mereka mendengar ucapan salam.
27. Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu.
28. ( Mereka ) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
29. Dan pohon pisang yang bersusun-susun ( buahnya ),
30. Dan naungan yang terbentang luas,
31. Dan air yang mengalir terus-menerus,
32. Dan buah-buahan yang banyak,
33. Yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,
34. Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
35. Kami menciptakan mereka ( bidadari-bidadari itu ) secara langsung,(828)
36. Lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,
37. Yang penuh cinta ( dan ) sebaya umurnya,
38. Untuk golongan kanan,
39. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
40. Dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.
41. Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
42. ( Mereka ) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air mendidih,
43. Dan naungan asap yang hitam,
44. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
45. Sesungguhnya mereka sebelumnya itu ( dahulu ) hidup bermewah-mewah,
46. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,
47. Dan mereka berkata, “Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?
48. Apakah nenek moyang kami yang dahulu ( dibangkitkan pula )?”
49. Katakanlah, “( Ya ), sesungguhnya orang-orang yang dahulu dan yang kemudian,
50. Pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.
51. Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!
52. Pasti akan memakan pohon zaqqum,(829)
53. Maka akan penuh perutmu dengannya.
54. Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
55. Maka kamu minum seperti unta ( yang sangat haus ) minum.
56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”
57. Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan ( hari berbangkit )?
58. Maka adakah kamu perhatikan, tentang ( benih manusia ) yang kamu pancarkan.
59. Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?
60. Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,
61. Untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu ( di dunia ) dan membangkitkan kamu kelak ( di akhirat ) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
62. Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
63. Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?
64. Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?
65. Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai limat; maka kamu akan heran tercengang,
66. ( Sambil berkata ), “Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,
67. Bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun.”
68. Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
69. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?
70. Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikan asin, mengapa kamu tidak bersyukur?
71. Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan ( dengan kayu )?
72. Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?
73. Kami menjadikannya ( api itu ) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.
74. Maka bertasbihlah dengan ( menyebut ) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
75. Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
76. Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,
77. Dan ( ini ) sesungguhnya Al-Qur’an yang sangat mulia,
78. Dalam Kitab yang terpelihara ( Lauh mahfiz ),
79. Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.
80. Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
81. Apakah kamu menganggap remah berita ini ( Al-Qur’an ),
82. Dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima ( dari Allah ) justru untuk mendustakan-Nya.
83. Maka kalau begitu mengapa ( tidak mencegah ) ketika ( nyawa ) telah sampai di kerongkongan,
84. Dan kamu ketika itu melihat,
85. Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,
86. Maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai ( oleh Allah ),
87. Kamu tidak mengembalikannya ( nyawa itu ) jika kamu orang yang benar?
88. Jika dia ( orang yang mati ) itu termasuk yang didekatkan ( kepada Allah ),
89. Maka dia memperoleh ketentraman dan rezeki serta surga ( yang penuh ) kenikmatan.
90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
91. Maka, “Salam bagimu ( wahai ) dari golongan kanan!” ( sambut malaikat ).
92. Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan dan sesat,
93. Maka dia disambut siraman air yang mendidih,
94. Dan dibakar di dalam neraka.
95. Sungguh, inilah keyakinan yang benar.
96. Maka bertasbihlah dengan ( menyebut ) nama Tuhanmu Yang Mahabesar
Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya
Thursday, 23 October 2014
KAMULAH TAKDIRKU
Pernah kulihat lukisan cantik
Tujuh bidadari dari langit
Namun saat kulihat dirimu
Cantikmu mengalahkan semua
Pernah kubaca puisi raja
Syairnya indah getarkan rasa
Namun saat namamu disebut
Ku tergetar jiwa penuh rasa
Tuhan yang berikan rasa cinta
Rasa kasih sayang
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Tuhan ciptakan aku
Tuhan ciptakan kamu
Kita berdua di izinkan bersama tuk bersatu selamanya
Seperti embun mengerti pagi
Seperti ombak paham samudra
Kita yang beda tlah disatukan
Dengan kekuatan cinta kasih
Jadilah kisah ini abadi
Kamulah takdirku
Seperti embun mengerti pagi
Seperti ombak paham samudra
Kita yang beda tlah disatukan
Dengan kekuatan cinta kasih
Jadilah kisah ini abadi
Kamulah takdirku
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Tuhan ciptakan aku
Tuhan ciptakan kamu
Kita berdua di izinkan bersama tuk bersatu
Kamulah takdirku
Monday, 18 August 2014
Maaf Tuk Berpisah - Tashiru
Maaf Tuk Berpisah
Lirik Lagu Nasyid Optimis Sajalah
Tashiru
kau tahu tentang hatiku yang tak pernah bisa melupakanmu
kau tahu tentang diriku yang selalu mengenangmu selamanya
kini kusadari bahwa semua itu adalah salah dan juga keliru
akan membuat hati semakin ternodai
maafkanlah sgala khilaf yang tlah kita lewati
tlah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan
kita memang harus berpisah tuk menjaga diri
untuk kembali arungi hidup dalam ridho Ilahi…
ku tahu bahwa dirimu mendambakan kasih suci yang sejati
ku yakin bahwa dirimu merindukan kasih sayang yang hakiki
kini kusadari bahwa semua itu adalah salah dan juga kelliru
akan membuat hati menjadi ternodai
maafkanlah sgala khilaf yang tlah kita lewati
tlah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan
kita memang harus berpisah tuk menjaga diri
untuk kembali arungi hidup dalam ridho Ilahi…
dan bila takdirnya kita bersama
pastilah Allah kan menyatukan kita…
maafkanlah sgala khilaf yang tlah kita lewati
tlah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan
kita memang harus berpisah tuk menjaga diri
untuk kembali arungi hidup dalam ridho Ilahi…
Lirik Lagu Nasyid Optimis Sajalah
Tashiru
kau tahu tentang hatiku yang tak pernah bisa melupakanmu
kau tahu tentang diriku yang selalu mengenangmu selamanya
kini kusadari bahwa semua itu adalah salah dan juga keliru
akan membuat hati semakin ternodai
maafkanlah sgala khilaf yang tlah kita lewati
tlah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan
kita memang harus berpisah tuk menjaga diri
untuk kembali arungi hidup dalam ridho Ilahi…
ku tahu bahwa dirimu mendambakan kasih suci yang sejati
ku yakin bahwa dirimu merindukan kasih sayang yang hakiki
kini kusadari bahwa semua itu adalah salah dan juga kelliru
akan membuat hati menjadi ternodai
maafkanlah sgala khilaf yang tlah kita lewati
tlah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan
kita memang harus berpisah tuk menjaga diri
untuk kembali arungi hidup dalam ridho Ilahi…
dan bila takdirnya kita bersama
pastilah Allah kan menyatukan kita…
maafkanlah sgala khilaf yang tlah kita lewati
tlah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan
kita memang harus berpisah tuk menjaga diri
untuk kembali arungi hidup dalam ridho Ilahi…
http://sihab-stars.blogspot.com/2014/03/tashiru-maaf-tuk-berpisah-download-mp3.html
Monday, 16 June 2014
Haramkah OST KCB
Haram-haramkah aku
Bila hatiku jatuh cinta
Tuhan pegangi hatiku
Biar aku tak jadi melanggar
Aku cinta pada dirinya
Cinta pada pandang pertama
Sifat manusia ada padaku
Aku bukan Tuhan
Bila hatiku jatuh cinta
Tuhan pegangi hatiku
Biar aku tak jadi melanggar
Aku cinta pada dirinya
Cinta pada pandang pertama
Sifat manusia ada padaku
Aku bukan Tuhan
*
Haram-haramkah aku
Bila aku terus menantinya
Biar waktu berakhir
Bumi dan langit berantakan
Haram-haramkah aku
Bila aku terus menantinya
Biar waktu berakhir
Bumi dan langit berantakan
**
Aku tetap ingin dirinya
Tak mungkin aku berdusta
Hanya Tuhan yang bisa jadikan
Yang tak mungkin menjadi mungkin
Aku tetap ingin dirinya
Tak mungkin aku berdusta
Hanya Tuhan yang bisa jadikan
Yang tak mungkin menjadi mungkin
Reff:
Aku hanya ingin cinta yang halal
Di mata dunia juga akhirat
Biar aku sepi aku hampa aku basi
Tuhan sayang aku
Aku hanya ingin cinta yang halal
Dengan dia tentu atas ijinNya
Ketika cinta bertasbih
Tuhan beri aku cinta
Ku menanti cinta…
Aku hanya ingin cinta yang halal
Di mata dunia juga akhirat
Biar aku sepi aku hampa aku basi
Tuhan sayang aku
Aku hanya ingin cinta yang halal
Dengan dia tentu atas ijinNya
Ketika cinta bertasbih
Tuhan beri aku cinta
Ku menanti cinta…
Tuesday, 27 May 2014
MACAM-MACAM HUKUM ILMU TAJWID
MACAM-MACAM
HUKUM ILMU TAJWID
A. Hukum
Bacaan Nun Mati/Tanwin
1. Idzhar
halqi
Idzhar
halqi adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu huruf halqi. Huruf halqi ada
enam, yaitu ا , ح , خ , ع , غ ,ها cara membacanya harus
jelas, tidak mendengung, dan tidak samar-samar.
Contoh
: ان
هو عذاب
عظيم
من
علق درة
خيرا
ان
انتم سلم
هي
2. Idhgham
Bighunnah
Idhgham
Bighunnah adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari
empat huruf, yaitu ي , ب , م , و. Adapun cara membacanya suara nun
mati/tanwin dimasukkan kedalam suara huruf tersebut dengan mendengung.
Contoh
: من
يعمل ماء
مهين
من
نصرين هدى
وبشرى
3
Idhgham
Bilaghunnah adalah apabils ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari
huruf dua, yaitu ل danر. Cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam
huruf tersebut tanpa mendengung.
Contoh
: من
لدنه خير
لك
من
رهيق شيطان
رجيم
4. Iqlab
Iqlab
adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan ba’ (ب). Cara membacanya yaitu
suara nun mati/tanwin diganti dengan suara mim mati ( م) dengan merapatkan bibir
dan mendengung.
Contoh
: لينبذ
ن ضللا
بعيدا
من
بعيد سميع
بصير
5. Ikhfa’
adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf,
yaitu .ت ,ث ,ج ,د ,ذ ,ز ,س ,ش ,ص ,ض ,ط ,ظ ,ف ,ق ,ك cara membacanya suara nun
mati/tanwin dibaca samar-samar dengan sengau dihidung.
Contoh
: من
قبلك شيء
شهيدا
فا
نصب
نارا
تلظى
عنده
لتول
فصل
B. Hukum Bacaan Qalqalah
1. Qalqalah
secara bahasa berarti getaran suara. Adapun secara istilah qalqalah berarti
menyembunyikan huruf yang bertanda sukun (mati) dengan suara yang lebih ditekan
lagi dari makhraj hurufnya. Jumlah huruf qalqalah ada 5, yaitu د , ق , ط , ب , ج yang bisa
disingkat dengan قطب جد
2. Macam-macam
Qalqalah
a. Qalqalah
Kubra
Qalqalah
kubra berarti salah satu huruf qalqalah berharakat mati/sukun tidak asli yang
disebabkan adanya waqaf. Cara membacanya harus lebih jelas dan memantul.
Contoh
: اليه
مريب بالقسط
بخلق
جديد ملح
اجاج
عذاب
الحريق
b. Qalqalah
Sughra
Qalqalah
sughra berarti apabila salah satu huruf qalqalah berharakat sukun (mati) asli
bukan karena waqaf. Cara membacanya juga harus jelas dan memantul.
Contoh
: ولا
تقرب من
قبل
من
نطفه ويجعلون
كاتب
بالعدل
C. Hukum
Baca’an Lam
1. Lam
Mufakhamah (( تفخيم
Lam
mufakhamah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh
harakat fathah atau dlommah, maka harus dibaca tebal.
Contoh
: رسول
الله شهيد
الله رحمة
الله
2. Lam
Muraqqah (( ترقيق
Lam
muraqqah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh
harakat kasrah, maka harus dibaca tipis. Semua lam yang terdapat dalam
lafal الله harus dibaca tipis.
Contoh
: بسم
الله من
عند
الله الحمد
لله
D. Hukum
Baca’an Ra’
3. Ra’
MACAM-MACAM
HUKUM ILMU TAJWID
A. Hukum
Bacaan Nun Mati/Tanwin
1. Idzhar
halqi
Idzhar
halqi adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu huruf halqi. Huruf halqi ada
enam, yaitu ا , ح , خ , ع , غ ,ها cara membacanya harus
jelas, tidak mendengung, dan tidak samar-samar.
Contoh
: ان
هو عذاب
عظيم
من
علق درة
خيرا
ان
انتم سلم
هي
2. Idhgham
Bighunnah
Idhgham
Bighunnah adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari
empat huruf, yaitu ي , ب , م , و. Adapun cara membacanya suara nun
mati/tanwin dimasukkan kedalam suara huruf tersebut dengan mendengung.
Contoh
: من
يعمل ماء
مهين
من
نصرين هدى
وبشرى
3. Idhgham Bilaghunnah
Idhgham
Bilaghunnah adalah apabils ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari
huruf dua, yaitu ل danر. Cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam
huruf tersebut tanpa mendengung.
Contoh
: من
لدنه خير
لك
من
رهيق شيطان
رجيم
4. Iqlab
Iqlab
adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan ba’ (ب). Cara membacanya yaitu
suara nun mati/tanwin diganti dengan suara mim mati ( م) dengan merapatkan bibir
dan mendengung.
Contoh
: لينبذ
ن ضللا
بعيدا
من
بعيد سميع
بصير
5. Ikhfa’
adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf,
yaitu .ت ,ث ,ج ,د ,ذ ,ز ,س ,ش ,ص ,ض ,ط ,ظ ,ف ,ق ,ك cara membacanya suara nun
mati/tanwin dibaca samar-samar dengan sengau dihidung.
Contoh
: من
قبلك شيء
شهيدا
فا
نصب
نارا
تلظى
عنده
لتول
فصل
B. Hukum Bacaan Qalqalah
1. Qalqalah
secara bahasa berarti getaran suara. Adapun secara istilah qalqalah berarti
menyembunyikan huruf yang bertanda sukun (mati) dengan suara yang lebih ditekan
lagi dari makhraj hurufnya. Jumlah huruf qalqalah ada 5, yaitu د , ق , ط , ب , ج yang bisa
disingkat dengan قطب جد
2. Macam-macam
Qalqalah
a. Qalqalah
Kubra
Qalqalah
kubra berarti salah satu huruf qalqalah berharakat mati/sukun tidak asli yang
disebabkan adanya waqaf. Cara membacanya harus lebih jelas dan memantul.
Contoh
: اليه
مريب بالقسط
بخلق
جديد ملح
اجاج
عذاب
الحريق
b. Qalqalah
Sughra
Qalqalah
sughra berarti apabila salah satu huruf qalqalah berharakat sukun (mati) asli
bukan karena waqaf. Cara membacanya juga harus jelas dan memantul.
Contoh
: ولا
تقرب من
قبل
من
نطفه ويجعلون
كاتب
بالعدل
C. Hukum
Baca’an Lam
1). Lam
Mufakhamah (( تفخيم
Lam
mufakhamah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh
harakat fathah atau dlommah, maka harus dibaca tebal.
Contoh
: رسول
الله شهيد
الله رحمة
الله
2). Lam
Muraqqah (( ترقيق
Lam
muraqqah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh
harakat kasrah, maka harus dibaca tipis. Semua lam yang terdapat dalam
lafal الله harus dibaca tipis.
Contoh
: بسم
الله من
عند
الله الحمد
لله
D. Hukum
Baca’an Ra’
3). Ra’
Mufakhamah (( تفخيم
Ra’
mufakhamah adalah ra’ yang dibaca tebal. Ra’ dibaca tebal apabila memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut :
1) Ra’
berharakat fathah
Contoh
: ومن
يعمل مثقال ذرة شرا يره
2) Ra’
berharakat dlommah
Contoh
: اذا
جاء نصرالله والفتح
3) Ra’
berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat fathah atau dlommah.
Contoh
: وارسل ترميهيم
4) Ra’
berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah, tetapi bukan
kasrah asli dari perkataanya.
Contoh
: ارجعي
الى ربك راضية مرضية
5) Ra’
berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, tetapi
sesudah ra’ ada salah satu huruf isti’la yang tidak berharakat kasrah. Huruf
isti’la ada 7, yaitu.خ , ص , ض , غ , ط , ق , ظ
Contoh
: فرقة قرطاس ان
ربك لبا لمرصاد
1. Ra’
Muraqqaqah (( ترقيق
Ra’
muraqqaqah adalah ra’ yang dibaca tipis. Ra’ dibaca tipis apabila memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut :
a) Ra’
berharakat kasrah
Contoh
: من
شر
غاسق من
شر ماخلق
b) Apabila
sebelum huruf ra’ ada huruf ya’ sukun
Contoh
: خير
من الف شهر نذير وبشير
c) Ra’
berharakat sukun yang didahului huruf berharakat kasrah. Namun setelah ra’
sukun bukan huruf isti’la.
Contoh
: وفرعون
ذى الاوتاد
2. Jawaazul
Wajhaini
Dalam
hukum jawaazul wajhaini ra’ boleh dibaca tarqiq atau tafkhim. Hukum jawaazul
wajhaini bisa terjadi apabila ada ra’ sukun yang didahului huruf berharakat
kasrah dan sesudahnya ada salah satu huruf isti’la yang berharakat kasrah.
Contoh
: بحرص من
عرضه
E. Hukum Bacan Mad
1. Pengertian
mad
Kata
mad berasal dari bahasa arab مد – يمد – مدا yang berarti
memanjangkan. Sedangkan menurut istilah, mad berarti memanjangkan bacaan huruf
hijaiyah sesuai dengan sifat dan syaratnya masing-masing.
2. Macam-macam
Mad
a. Mad
Thabi’i
Mad
thabi’i adalah bacaan huruf hijaiyah yang dipanjangkan secara biasa, atau
sering disebut mad pokok (mad asli). Cara membacanya yaitu dipanjangkan satu
alif (2 harakat). Disebut mad Thabi’i apabila terdapat hal-hal berikut :
1. Jika
ada ا jatuh sesudah harakat fathah. Contoh : سا, ما, نا, وا, حا
2. Jika
adaو jatuh sesudah harakat dommah. Contoh : سو, مو, نو, وو, حو
3. Jika
adaي jatuh sesudah harakat kasrah. Contoh : سي, مي, ني, وي, حي
b. Mad
Far’i
Mad
far’i adalah semua mad selain mad thabi’i, karena bersumber dari mad thabi’i
maka disebut mad far’i yang mempunyai arti mad cabang.
Adapun
mad far’i ini ada 13 macam :
1) Mad
Wajib Muttashil
Mad
wajib muttashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah
dalam satu kata. Panjang bacaaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh
: والسماء , وجيء , سوء , حنفاء
2) Mad
Jaiz Munfashil
Mad
jaiz munfashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah
tetapi tidak dalam satu kata. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5
harakat).
Contoh
: يايها
الذين وما
ادراك انا اعطينا ك
3) Mad
Layyin
Mad
layyin adalah apabila ada salah satu huruf hijaiyyah yang berharakat fathah
sebelum wawu sukun atau ya’ sukun.
Contoh
: لاريب من
خذف
ليلا اليوم
4) Mad
‘Aridl Lis Sukun
Mad
‘Aridl Lis Sukun adalah jika ada bacaan mad thabi’i bertemu dengan huruf
hijaiyah hidup yang dibaca mati/tanda waqaf. Panjang bacaanya yaitu : 1 alif (2
harakat) atau 2 alif (4 harakat) atau 3 alif (6 harakat).
Contoh
: نستعين ينصرون
من
فوش الرحيم
5) Mad
‘Iwadl
Mad
‘iwadl adalah apabila ada huruf hijaiyah yang berharakat fathah tanwin yang
dibaca waqaf diakhir kalimat. Panjang bacaanya 1 alif (2 harakat).
Contoh
: غفورا
رحيما dibaca غفورا رحيما
سميعا بصيرا
dibaca سميعا بصيرا
6) Mad
Badal
Mad
badal adalah apabila ada 2 buah huruf hamzah dan huruf hamzah yang pertama
berharakat sedangakan huruf hamzah yang ke-2 disukun (mati), maka hamzah yang
ke-2 diganti dengan :
- ا jika hamzah
yang pertama berharakat fathah
- و jika hamzah
yang pertama berharakat kasrah
- ي jika hamzah yang
pertama berharakat dlommah
Adapun
panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat)
Contoh : ﺄﺄدم
menjadi ادم
اؤتي
menjadi اوتي
ائمان
menjadi ايمان
7) Mad
Lazim Mutsaqqal Kilmi
Mad
Lazim Mutsaqqal Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf
hijaiyah yang bertasydid dalam satu kata. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6
harakat).
Contoh
:
الطامة الصاخه ولاالضالين
8) Mad
Lazim Mukhaffaf Kilmi
Mad
Lazim Mukhaffaf Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf
hijaiyah yang bersukun. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh
:
آلان
9) Mad
Lazim Mutsaqqal Harfi
Mad
Lazim Mutsaqqal Harfi adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat
salah satu/lebih dari huruf :
ن, ق, ص, ع, ل, ي, ك, م yang bisa disingkat dengan lafal نقص عليكم. Adapun panjang
bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat). Mad ini juga bisa disebut dengan
( مد لازم حرفي مشبع ).
Contoh :
ص ن ق الم
10) Mad
Lazim Mukhaffaf Harfi
Mad
Lazim Mukhaffaf Harfi adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat
satu/lebih dari huruf :حي طهر yaitu ح , ي , ط , ه , ر . Adapun panjang
bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
Contoh
:
طه يس حم الر
11) Mad
shilaH
1. Mad
Shilah Qashirah
Mad
Shilah Qashirah adalah apabila ada kata ganti (ha’ dlomir) yang didahului
dengan huruf yang berharakat ( ̶ )/ ( ̶ ). Adapun panjang
bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
Contoh
:
انه
كان له ما في
السموات
ب.
2. Mad
Shilah Thawilah
Mad
Shilah Thawilah adalah apabila ada mad shilah qashirah yang bertemu dengan
hamzah. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).
Contoh
:
ماله
أخلده له الا بماشاء
12) Mad
Thamkin
Mad
thamkin adalah apabila ada huruf yang bertasydid dan berharakat kasrah bertemu
dengan sukun. Panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat) dan penempatan bacaanya
pada tasydid serta mad thabi’inya.
Contoh
:
حييتم عليين من
النبيين
13) Mad
Farqi
Mad
farqi adalah bacaan panjang yang membedakan antara pertanyaan atau bukan.
Contoh
:
قل الله اذن
لكم الذكرين
حرم ام الانثيين
F. Hukum Bacaan Mim Sukun
1. Ikhfa’
Syafawi
Ikhfa’
syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf ba’ (ب ). Cara membacanya
yaitu merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh
:
اعتصم
بالله ام
به
2. Idzhar
Syafawi
Idzhar
syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf hijaiyah yang
selain ب dan م, yaitu : ي, ه, و, ن, ل, ك,
ق, ف, غ, ع, ظ, ط, ض, ص, ش, س, ز, ر, ذ, د, ج, ح, خ, ت, ث, ء. Adapun cara membacanya yaitu harus
jelas, tidak mendengung dan juga tidak samar-samar.
Contoh
:
انهم الى ربهم لهم
فيها عليهم ولا
وهم
راجعون انعمت عليهم
غير
3. Idhghom
Mimi
Idhghom
mimi yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan huruf mim (م). Cara membacanya yaitu
dengan cara merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh
: كم من
Subscribe to:
Posts (Atom)

