KENANGAN

KENANGAN

Monday, 26 October 2015

Tausiyah Cinta 

dikeheningan malam mu
ku bisikkan isi hatiku
mencoba tuk merayu 
agar kau jadikan ku 
kekasih di syurgamu

meski ku tau diriku
tak layak tuk kau cinta
namun ajarkanku
untuk menjadikanmu
muwarah terakhirku

dalam tausiyah cinta
ku mengharap 
arti cinta sesungguhnya
tuk menemukan makna cinta sejati
untuk mencintaimu


dalam tausiyah cinta
ku berharap
cintai ni abadi
kuberdoa pada ilahi rabbi 
jagalah hatiku


https://www.youtube.com/watch?v=1yLq0nnyNlg



Tuesday, 20 October 2015

Ya Rasulullah Raihan 
Alangkah indahnya hidup ini
Andai dapat kutatap wajahmuKan pasti mengalir air matakuKerna pancaran ketenanganmu
Alangkah indahnya hidup iniAndai dapat kukucup tanganmuMoga mengalir keberkatan dalam dirikuUntuk mengikut jejak langkahmu
Ya rasulullah ya habiballahTak pernah kutatap wajahmuYa rasulullah ya habiballahKami rindu padamuAllahumma solli ala MuhammadYa rabbi solli alaihi wasallim ( 2x )
Alangkah indahnya hidup iniAndai dapat kudakap dirimuTiada kata yang dapat aku ucapkanHanya Tuhan saja yang tahu
Kutahu cintamu kepada umatUmati kutahu bimbangnya kau tentang kamiSyafaatkan kamiAlangkah indahnya hidup iniAndai dapat kutatap wajahmu
Kan pasti mengalir air matakuKerna pancaran ketenanganmuYa rasulullah ya habiballahTerimalah kami sebagai umatmuYa rasulullah ya habiballahKurniakanlah syafaatmu

Friday, 29 May 2015




Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Surah  Al-Waqi’ah  ( Hari Kiamat )
1.      Apabila terjadi Kiamat,

2.      Terjadinya tidak dapat didustakan ( disangkal ).

3.      ( Kejadian itu ) merendahkan ( satu golongan ) dan meninggikan ( golongan yang lain ).

4.      Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

5.      Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,

6.      Maka jadilah ia debu yang berterbangan,

7.      Dan kamu menjadi tiga golongan,

8.      Yaitu golongan kanan,(825)  alangkah mulianya golongan kanan itu,

9.      Dan golongan kiri,(826)  alangkah sengsaranya golongan kiri itu,

10.  Dan orang-orang yang paling dahulu ( beriman ), merekalah yang paling dahulu ( masuk surga ).

11.  Mereka itulah orang yang dekat ( kepada Allah ),

12.  Berada dalam surga kenikmatan,

13.  Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,(827)

14.  Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.

15.  Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,

16.  Mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.

17.  Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

18.  Dengan membawa gelas, cerek dan sloki ( piala ) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,

19.  Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

20.  Dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,

21.  Dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.

22.  Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,

23.  Laksana mutiara yang tersimpan baik.

24.  Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.

25.  Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,

26.  Tetapi mereka mendengar ucapan salam.

27.  Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu.

28.  ( Mereka ) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

29.  Dan pohon pisang yang bersusun-susun ( buahnya ),

30.  Dan naungan yang terbentang luas,

31.  Dan air yang mengalir terus-menerus,

32.  Dan buah-buahan yang banyak,

33.  Yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,

34.  Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

35.  Kami menciptakan mereka ( bidadari-bidadari itu ) secara langsung,(828)

36.  Lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,

37.  Yang penuh cinta ( dan ) sebaya umurnya,

38.  Untuk golongan kanan,

39.  Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

40.  Dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.

41.  Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

42.  ( Mereka ) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air mendidih,

43.  Dan naungan asap yang hitam,

44.  Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

45.  Sesungguhnya mereka sebelumnya itu ( dahulu ) hidup bermewah-mewah,

46.  Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,

47.  Dan mereka berkata, “Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?

48.  Apakah nenek moyang kami yang dahulu ( dibangkitkan pula )?”

49.  Katakanlah, “( Ya ), sesungguhnya orang-orang yang dahulu dan yang kemudian,

50.  Pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.

51.  Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!

52.  Pasti akan memakan pohon zaqqum,(829)

53.  Maka akan penuh perutmu dengannya.

54.  Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

55.  Maka kamu minum seperti unta ( yang sangat haus ) minum.

56.  Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”

57.  Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan ( hari berbangkit )?

58.  Maka adakah kamu perhatikan, tentang ( benih manusia ) yang kamu pancarkan.

59.  Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?

60.  Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,

61.  Untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu ( di dunia ) dan membangkitkan kamu kelak ( di akhirat ) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

62.  Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

63.  Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?

64.  Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?

65.  Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai limat; maka kamu akan heran tercengang,

66.  ( Sambil berkata ), “Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,

67.  Bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun.”

68.  Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?

69.  Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?

70.  Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikan asin, mengapa kamu tidak bersyukur?

71.  Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan ( dengan kayu )?

72.  Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?

73.  Kami menjadikannya ( api itu ) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.

74.  Maka bertasbihlah dengan ( menyebut ) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

75.  Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.

76.  Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,

77.  Dan ( ini ) sesungguhnya Al-Qur’an yang sangat mulia,

78.  Dalam Kitab yang terpelihara ( Lauh mahfiz ),

79.  Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.

80.  Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

81.  Apakah kamu menganggap remah berita ini ( Al-Qur’an ),

82.  Dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima ( dari Allah ) justru untuk mendustakan-Nya.

83.  Maka kalau begitu mengapa ( tidak mencegah ) ketika ( nyawa ) telah sampai di kerongkongan,

84.  Dan kamu ketika itu melihat,

85.  Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,

86.  Maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai ( oleh Allah ),

87.  Kamu tidak mengembalikannya ( nyawa itu ) jika kamu orang yang benar?

88.  Jika dia ( orang yang mati ) itu termasuk yang didekatkan ( kepada Allah ),

89.  Maka dia memperoleh ketentraman dan rezeki serta surga ( yang penuh ) kenikmatan.

90.  Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,

91.  Maka, “Salam bagimu ( wahai ) dari golongan kanan!” ( sambut malaikat ).

92.  Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan dan sesat,

93.  Maka dia disambut siraman air yang mendidih,

94.  Dan dibakar di dalam neraka.

95.  Sungguh, inilah keyakinan yang benar.

96.  Maka bertasbihlah dengan ( menyebut ) nama Tuhanmu Yang Mahabesar

Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya

Thursday, 23 October 2014


KAMULAH TAKDIRKU





Pernah kulihat lukisan cantik
Tujuh bidadari dari langit
Namun saat kulihat dirimu
Cantikmu mengalahkan semua

Pernah kubaca puisi raja
Syairnya indah getarkan rasa
Namun saat namamu disebut
Ku tergetar jiwa penuh rasa
Tuhan yang berikan rasa cinta
Rasa kasih sayang

Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Tuhan ciptakan aku
Tuhan ciptakan kamu
Kita berdua di izinkan bersama tuk bersatu selamanya

Seperti embun mengerti pagi
Seperti ombak paham samudra
Kita yang beda tlah disatukan
Dengan kekuatan cinta kasih
Jadilah kisah ini abadi
Kamulah takdirku

Seperti embun mengerti pagi
Seperti ombak paham samudra
Kita yang beda tlah disatukan
Dengan kekuatan cinta kasih
Jadilah kisah ini abadi
Kamulah takdirku

Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Tuhan ciptakan aku
Tuhan ciptakan kamu
Kita berdua di izinkan bersama tuk bersatu
Kamulah takdirku

Monday, 18 August 2014

Maaf Tuk Berpisah - Tashiru

Maaf Tuk Berpisah

Lirik Lagu Nasyid Optimis Sajalah

Tashiru



kau tahu tentang hatiku yang tak pernah bisa melupakanmu

kau tahu tentang diriku yang selalu mengenangmu selamanya

kini kusadari bahwa semua itu adalah salah dan juga keliru

akan membuat hati semakin ternodai



maafkanlah sgala khilaf yang tlah kita lewati

tlah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan

kita memang harus berpisah tuk menjaga diri

untuk kembali arungi hidup dalam ridho Ilahi…



ku tahu bahwa dirimu mendambakan kasih suci yang sejati

ku yakin bahwa dirimu merindukan kasih sayang yang hakiki

kini kusadari bahwa semua itu adalah salah dan juga kelliru

akan membuat hati menjadi ternodai



maafkanlah sgala khilaf yang tlah kita lewati

tlah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan

kita memang harus berpisah tuk menjaga diri

untuk kembali arungi hidup dalam ridho Ilahi…



dan bila takdirnya kita bersama

pastilah Allah kan menyatukan kita…



maafkanlah sgala khilaf yang tlah kita lewati

tlah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan

kita memang harus berpisah tuk menjaga diri

untuk kembali arungi hidup dalam ridho Ilahi…



http://sihab-stars.blogspot.com/2014/03/tashiru-maaf-tuk-berpisah-download-mp3.html

Monday, 16 June 2014

Haramkah OST KCB

 Haramkah OST KCB

Haram-haramkah aku
Bila hatiku jatuh cinta
Tuhan pegangi hatiku
Biar aku tak jadi melanggar
Aku cinta pada dirinya
Cinta pada pandang pertama
Sifat manusia ada padaku
Aku bukan Tuhan
*
Haram-haramkah aku
Bila aku terus menantinya
Biar waktu berakhir
Bumi dan langit berantakan
**
Aku tetap ingin dirinya
Tak mungkin aku berdusta
Hanya Tuhan yang bisa jadikan
Yang tak mungkin menjadi mungkin
Reff:
Aku hanya ingin cinta yang halal
Di mata dunia juga akhirat
Biar aku sepi aku hampa aku basi
Tuhan sayang aku
Aku hanya ingin cinta yang halal
Dengan dia tentu atas ijinNya
Ketika cinta bertasbih
Tuhan beri aku cinta
Ku menanti cinta…

Tuesday, 27 May 2014

MACAM-MACAM HUKUM ILMU TAJWID




MACAM-MACAM HUKUM ILMU TAJWID

A.            Hukum Bacaan Nun Mati/Tanwin
1.      Idzhar halqi
Idzhar halqi adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu huruf halqi. Huruf halqi ada enam, yaitu ا , ح , خ , ع , غ ,ها    cara membacanya harus jelas, tidak mendengung, dan tidak samar-samar.
Contoh :          ان هو                      عذاب عظيم
                من علق                    درة خيرا                      
                ان انتم                     سلم هي                        
2.      Idhgham Bighunnah
Idhgham Bighunnah adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari empat huruf, yaitu  ي , ب , م , و. Adapun cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam suara huruf tersebut dengan mendengung.
Contoh :         من يعمل                  ماء مهين
                من نصرين               هدى وبشرى             
3
.      Idhgham Bilaghunnah
Idhgham Bilaghunnah adalah apabils ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari huruf dua, yaitu ل  danر. Cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam huruf  tersebut  tanpa mendengung.
 Contoh :           من لدنه                    خير لك
                     من رهيق                 شيطان رجيم             
4.      Iqlab
Iqlab adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan ba’ (ب). Cara membacanya yaitu suara nun mati/tanwin diganti dengan suara mim mati ( م) dengan merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh :         لينبذ ن                     ضللا بعيدا
                من بعيد                    سميع بصير                
5.      Ikhfa’ adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf, yaitu   .ت ,ث ,ج ,د ,ذ ,ز ,س ,ش ,ص ,ض ,ط ,ظ ,ف ,ق ,ك cara membacanya suara nun mati/tanwin dibaca samar-samar dengan sengau dihidung.
Contoh :        من قبلك                             شيء شهيدا  
                فا نصب                             نارا تلظى              
                عنده                                  لتول فصل             
     B.    Hukum Bacaan Qalqalah
1.      Qalqalah secara bahasa berarti getaran suara. Adapun secara istilah qalqalah berarti menyembunyikan huruf yang bertanda sukun (mati) dengan suara yang lebih ditekan lagi dari makhraj hurufnya. Jumlah huruf qalqalah ada 5, yaitu د , ق , ط , ب , ج  yang bisa disingkat dengan  قطب جد
2.      Macam-macam Qalqalah
a.      Qalqalah Kubra
Qalqalah kubra berarti salah satu huruf qalqalah berharakat mati/sukun tidak asli yang disebabkan adanya waqaf. Cara membacanya harus lebih jelas dan memantul.
Contoh :               اليه مريب                 بالقسط
                   بخلق جديد                ملح اجاج                    
                   عذاب الحريق                                            
b.      Qalqalah Sughra
Qalqalah sughra berarti apabila salah satu huruf qalqalah berharakat sukun (mati) asli bukan karena waqaf. Cara membacanya juga harus jelas dan memantul.
Contoh :             ولا تقرب                  من قبل
                   من نطفه                   ويجعلون          
                    كاتب بالعدل                                   
            C.                 Hukum Baca’an Lam
1.      Lam Mufakhamah            (( تفخيم
Lam mufakhamah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh harakat fathah atau dlommah, maka harus dibaca tebal.
Contoh :     رسول الله                 شهيد الله                   رحمة الله
2.      Lam Muraqqah     (( ترقيق  
Lam muraqqah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh harakat kasrah, maka harus dibaca tipis. Semua lam yang terdapat dalam lafal الله harus dibaca tipis.
Contoh :    بسم الله                    من عند الله                الحمد لله  
            D.                Hukum Baca’an Ra’
3.      Ra’
MACAM-MACAM HUKUM ILMU TAJWID

               A.            Hukum Bacaan Nun Mati/Tanwin

1.      Idzhar halqi
Idzhar halqi adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu huruf halqi. Huruf halqi ada enam, yaitu ا , ح , خ , ع , غ ,ها    cara membacanya harus jelas, tidak mendengung, dan tidak samar-samar.
Contoh :          ان هو                      عذاب عظيم
                من علق                    درة خيرا                      
                ان انتم                     سلم هي                        

2.      Idhgham Bighunnah
Idhgham Bighunnah adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari empat huruf, yaitu  ي , ب , م , و. Adapun cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam suara huruf tersebut dengan mendengung.
Contoh :         من يعمل                  ماء مهين
                من نصرين               هدى وبشرى                       

3. Idhgham Bilaghunnah
Idhgham Bilaghunnah adalah apabils ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari huruf dua, yaitu ل  danر. Cara membacanya suara nun mati/tanwin dimasukkan kedalam huruf  tersebut  tanpa mendengung.
 Contoh :           من لدنه                    خير لك
                     من رهيق                 شيطان رجيم                          

4.      Iqlab
Iqlab adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan ba’ (ب). Cara membacanya yaitu suara nun mati/tanwin diganti dengan suara mim mati ( م) dengan merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh :         لينبذ ن                     ضللا بعيدا
                من بعيد                    سميع بصير                           

5.      Ikhfa’ adalah apabila ada nun mati/tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf, yaitu   .ت ,ث ,ج ,د ,ذ ,ز ,س ,ش ,ص ,ض ,ط ,ظ ,ف ,ق ,ك cara membacanya suara nun mati/tanwin dibaca samar-samar dengan sengau dihidung.
Contoh :        من قبلك                             شيء شهيدا  
                فا نصب                             نارا تلظى              
                عنده                                  لتول فصل             
                      
                                 B.    Hukum Bacaan Qalqalah

1.      Qalqalah secara bahasa berarti getaran suara. Adapun secara istilah qalqalah berarti menyembunyikan huruf yang bertanda sukun (mati) dengan suara yang lebih ditekan lagi dari makhraj hurufnya. Jumlah huruf qalqalah ada 5, yaitu د , ق , ط , ب , ج  yang bisa disingkat dengan  قطب جد

2.      Macam-macam Qalqalah
a.      Qalqalah Kubra
Qalqalah kubra berarti salah satu huruf qalqalah berharakat mati/sukun tidak asli yang disebabkan adanya waqaf. Cara membacanya harus lebih jelas dan memantul.
Contoh :               اليه مريب                 بالقسط
                   بخلق جديد                ملح اجاج                    
                   عذاب الحريق                                            
b.      Qalqalah Sughra
Qalqalah sughra berarti apabila salah satu huruf qalqalah berharakat sukun (mati) asli bukan karena waqaf. Cara membacanya juga harus jelas dan memantul.
Contoh :             ولا تقرب                  من قبل
                   من نطفه                   ويجعلون          
                    كاتب بالعدل                                   
          
                                      C.  Hukum Baca’an Lam

1).      Lam Mufakhamah            (( تفخيم
Lam mufakhamah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh harakat fathah atau dlommah, maka harus dibaca tebal.
Contoh :     رسول الله                 شهيد الله                   رحمة الله

2).      Lam Muraqqah     (( ترقيق  
Lam muraqqah adalah apabila lam ل dalam lafal الله didahului oleh harakat kasrah, maka harus dibaca tipis. Semua lam yang terdapat dalam lafal الله harus dibaca tipis.
Contoh :    بسم الله                    من عند الله                الحمد لله  
          
  D.                Hukum Baca’an Ra’

 3).      Ra’ Mufakhamah  (( تفخيم
Ra’ mufakhamah adalah ra’ yang dibaca tebal. Ra’ dibaca tebal apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1)      Ra’ berharakat  fathah
Contoh :             ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره
2)      Ra’ berharakat dlommah
Contoh :           اذا جاء نصرالله والفتح  
3)      Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat  fathah atau dlommah.
Contoh :             وارسل           ترميهيم

4)      Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah, tetapi bukan kasrah asli dari perkataanya.
Contoh :           ارجعي الى ربك راضية مرضية  

5)      Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, tetapi sesudah ra’ ada salah satu huruf isti’la yang tidak berharakat kasrah. Huruf isti’la ada 7, yaitu.خ , ص , ض , غ , ط , ق , ظ 
Contoh :             فرقة              قرطاس          ان ربك لبا لمرصاد

1.      Ra’ Muraqqaqah   (( ترقيق  
Ra’ muraqqaqah adalah ra’ yang dibaca tipis. Ra’ dibaca tipis apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a)      Ra’ berharakat kasrah
Contoh :            من شر غاسق            من شر ماخلق
b)      Apabila sebelum huruf ra’ ada huruf ya’ sukun
Contoh :          خير من الف شهر       نذير وبشير 
c)       Ra’ berharakat sukun yang didahului huruf berharakat kasrah. Namun setelah ra’ sukun bukan huruf isti’la.
Contoh :          وفرعون ذى الاوتاد  

 2.      Jawaazul Wajhaini
Dalam hukum jawaazul wajhaini ra’ boleh dibaca tarqiq atau tafkhim. Hukum jawaazul wajhaini bisa terjadi apabila ada ra’ sukun yang didahului huruf berharakat kasrah dan sesudahnya ada salah satu huruf isti’la yang berharakat kasrah.
Contoh :     بحرص                    من عرضه   

       E.   Hukum Bacan Mad

1.      Pengertian mad
Kata mad berasal dari bahasa arab مد – يمد – مدا  yang berarti memanjangkan. Sedangkan menurut istilah, mad berarti memanjangkan bacaan huruf hijaiyah sesuai dengan sifat dan syaratnya masing-masing.

2.      Macam-macam Mad
a.      Mad Thabi’i
Mad thabi’i adalah bacaan huruf hijaiyah yang dipanjangkan secara biasa, atau sering disebut mad pokok (mad asli). Cara membacanya yaitu dipanjangkan satu alif (2 harakat). Disebut mad Thabi’i apabila terdapat hal-hal berikut :
1.       Jika ada ا  jatuh sesudah harakat fathah. Contoh :  سا, ما, نا, وا, حا
2.       Jika adaو   jatuh sesudah harakat dommah. Contoh :  سو, مو, نو, وو, حو
3.       Jika adaي  jatuh sesudah harakat kasrah. Contoh :  سي, مي, ني, وي, حي
b.      Mad Far’i
Mad far’i adalah semua mad selain mad thabi’i, karena bersumber dari mad thabi’i maka disebut mad far’i yang mempunyai arti mad cabang.
Adapun mad far’i ini ada 13 macam :

1)      Mad Wajib Muttashil
Mad wajib muttashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata. Panjang bacaaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh :       والسماء , وجيء , سوء , حنفاء

2)      Mad Jaiz Munfashil
Mad jaiz munfashil adalah bacaan mad thabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah tetapi tidak dalam satu kata. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).
Contoh :       يايها الذين       وما ادراك       انا اعطينا ك                

3)      Mad Layyin
Mad layyin adalah apabila ada salah satu huruf hijaiyyah yang berharakat fathah sebelum wawu sukun atau ya’ sukun.
Contoh :    لاريب                     من خذف                
              ليلا                         اليوم                                   

4)      Mad ‘Aridl Lis Sukun
Mad ‘Aridl Lis Sukun adalah jika ada bacaan mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah hidup yang dibaca mati/tanda waqaf. Panjang bacaanya yaitu : 1 alif (2 harakat) atau 2 alif (4 harakat) atau 3 alif (6 harakat).
Contoh :                نستعين                    ينصرون 
              من فوش                  الرحيم                               

5)      Mad ‘Iwadl
Mad ‘iwadl adalah apabila ada huruf hijaiyah yang berharakat fathah tanwin yang dibaca waqaf diakhir kalimat. Panjang bacaanya 1 alif (2 harakat).
Contoh :     غفورا رحيما                  dibaca       غفورا رحيما 
   سميعا بصيرا                                  dibaca      سميعا بصيرا 

6)      Mad Badal
Mad badal adalah apabila ada 2 buah huruf hamzah dan huruf hamzah yang pertama berharakat sedangakan huruf hamzah yang ke-2 disukun (mati), maka hamzah yang ke-2 diganti dengan :
-          ا  jika hamzah yang pertama berharakat fathah
-          و  jika hamzah yang pertama berharakat kasrah
-          ي jika hamzah yang pertama berharakat dlommah
Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat)
Contoh :                 ﺄﺄدم          menjadi            ادم
        اؤتي                                    menjadi         اوتي
        ائمان                                     menjadi        ايمان

7)      Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi
Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bertasydid dalam satu kata. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh : 
     الطامة            الصاخه          ولاالضالين               

8)      Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi
Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi adalah apabila ada mad thabi’i bertemu dengan huruf hijaiyah yang bersukun. Panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat).
Contoh : 
     آلان              

9)      Mad Lazim Mutsaqqal Harfi
Mad Lazim Mutsaqqal Harfi adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat salah satu/lebih dari huruf :
ن, ق, ص, ع, ل, ي, ك, م yang bisa disingkat dengan lafal نقص عليكم. Adapun panjang bacaanya yaitu 3 alif (6 harakat). Mad ini juga bisa disebut dengan
( مد لازم حرفي مشبع ).
Contoh : 
 ص        ن     ق      الم                 

10)  Mad Lazim Mukhaffaf Harfi
Mad Lazim Mukhaffaf Harfi adalah permulaan surat dalam Al-Qur’an yang terdapat satu/lebih dari huruf :حي طهر  yaitu ح , ي , ط , ه , ر . Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
Contoh :  
     طه      يس     حم      الر                  
11)  Mad shilaH
1. Mad Shilah Qashirah
Mad Shilah Qashirah adalah apabila ada kata ganti (ha’ dlomir) yang didahului dengan huruf yang berharakat (  ̶  )/ (  ̶  ). Adapun panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat).
Contoh :   
انه كان           له ما في السموات                 
                                                      ‌ب.            
2. Mad Shilah Thawilah
Mad Shilah Thawilah adalah apabila ada mad shilah qashirah yang bertemu dengan hamzah. Adapun panjang bacaanya yaitu 2½ alif (5 harakat).
Contoh :      
       ماله أخلده        له الا بماشاء              

12)  Mad Thamkin

Mad thamkin adalah apabila ada huruf yang bertasydid dan berharakat kasrah bertemu dengan sukun. Panjang bacaanya yaitu 1 alif (2 harakat) dan penempatan bacaanya pada tasydid serta mad thabi’inya.
Contoh : 
      حييتم             عليين            من النبيين                

13)  Mad Farqi
Mad farqi adalah bacaan panjang yang membedakan antara pertanyaan atau bukan.
Contoh :    
     قل الله اذن لكم            الذكرين حرم ام الانثيين                

            F.  Hukum Bacaan Mim Sukun

1.      Ikhfa’ Syafawi
Ikhfa’ syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf ba’ (ب ). Cara membacanya yaitu merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh : 
     اعتصم بالله               ام به                  

2.      Idzhar Syafawi
Idzhar syafawi yaitu apabila ada mim sukun (mati) bertemu dengan huruf hijaiyah yang selain ب   dan  م, yaitu :  ي, ه, و, ن, ل, ك, ق, ف, غ, ع, ظ, ط, ض, ص, ش, س, ز, ر, ذ, د, ج, ح, خ, ت, ث, ء. Adapun cara membacanya yaitu harus jelas, tidak mendengung dan juga tidak samar-samar.
Contoh :
               انهم الى ربهم             لهم فيها          عليهم ولا
        
      وهم راجعون             انعمت           عليهم غير          

3.      Idhghom Mimi
Idhghom mimi yaitu apabila ada mim mati bertemu dengan huruf mim (م). Cara membacanya yaitu dengan cara merapatkan bibir dan mendengung.
Contoh :     كم من